Tampilkan postingan dengan label Broadcasting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Broadcasting. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Juli 2010

Post produksi (2)


Post produksi adalah tempat untuk proses setelah produksi(pasca produksi), yaitu proses pentransferan/capture visual dari pita kaset (VHS, SVHS, miniDV, DVcam, BETAcam, dll) ke dalam komputer berupa file (avi, mpeg, dll), penyusunan gambar/edit, penambahan audio sebagai backsound, dan penambahan pemanis/asesoris visual(grafis).

Captring dan Editing software:
. Adobe premiere
. Edius canopus
. Final cut pro
. Sony vegas
. dll




Editing sendiri terbagi atas dua cara:
. Editing LINIER, yaitu editing secara langsung, maksudnye... pengeditan dilakukan dengan menggunakan VTR (Alat untuk memutar kaset video.
. Editing Non-LINIER, yaitu pengeditan video dengan menggunakan piranti komputer melalui software editing. Pengeditan dengan cara ini harus melalui proses capturing, yaitu pentransferan video dari pita kaset ke pitanti komputer berupa FILE.

Audio editing software:
. Cool edit pro

Graphic/motion design software:
. Adobe premiere
. Adobe after effect
. Adobe photoshop
. Corel draw
. 3Ds max
. Particle Illution
. dll

http://belajarbroadcast.blogspot.com/p/galeri.html


Belajar broadcast televisi

Tentu Anda sudah mengenal yang namanya televisi, setiap hari Anda pasti menonton video yang ada di televisi Anda. Adakah terbesit keinginan Anda untuk mengetahui bagaimana proses penyiaran televisi yang setiap hari anda tonton?

Asik kali ya.. kalau kita ikut terlibat didalamnya, Na... k'lo pengen tau, Saya akan cerita menurut sepengetahuan dan pengalaman saya.

Anda tau camera kan? na setelah mereka shoting menyhoting, tu kaset (Mini DV, DVD, VHS, dll) yang sudah merekam gambar selama satu jam diserahkan ke Post produksi untuk di edit.

Tau istilah editing ngga? editing adalah proses potong memotong video melalui piranti komputer dengan menggunakan program/software editing, seperti; adobe premiere, sony vegas, edius, final cut pro, dll, proses pemasangan backsound musik, pemasangan dubbing suara, pemasangan grafis agar videoitu bisa buaguuuuuuussss...

Naaa... setelah selesai tu proses editing, baru di buat master siar, master siar ini macem-macem lo materinya, ada stasiun televisi yang menggunakan kaset sebagai master siarnya, ada juga yang sudah digital, yaitu menggunakan file mpeg, ada juga yang menggunakan file avi.

Setelah selesai pemasteran video, baru ditayangkan deh oleh yang namanya master control sesuai dengan jadwal acara tersebut.



http://belajarbroadcast.blogspot.com/2010/07/belajar-broadcast-televisi.html

POST PRODUCTION

Post Production
Adalah proses penyelesain akhir (finishing) dari sebuah rangkaian produksi (shoting) yang meliputi mengeditan gambar, penambahan title, grafik, animasi & special effects, musik, sound
effects, audio dubing, & output ke media video seperti: Betacam, DVCAM, MiniDV, & CD/DVD.

PreProduction , Production , Post Production

Video Standart : PAL,D1/DV
Frame Size : 720 X 576 (pixel)
Frame Rate : 25 fps
Pixel Aspect Ratio : D1/DV,PAL (4:3/1,067)
Audio : 48 kHz 16 Bit Stereo

Pembagian tahap Post Production
1. Offline:
- Capture
- Edit
2. Online :
- Compositing
- Motion Graphic
- Visual Effects
- Color Grading
- Music & Sound FX
- Titling
- 3D

PRODUCTION

Production
Adalah proses pelaksanaan produksi (shoting) yang mengacu pada persiapan yang dihasilkan
dari proses PreProduction.

1. Directing/Penyutradaraan.
Sutradara/Director adalah orang yang memimpin pelaksanaan shoting dan bertugas mengatur bagaimana tim dalam pembuatan film seperti: aktor, cameramen, lighting, artistik, editor & special effect artist harus tampil sebagaimana mestinya dalam
pembuatan sebuah film sesuai dengan script/naskah. Dan biasanya didamping oleh satu
orang atau lebih asisten sutradara.

2. Penguasaan Kamera & Teknik Shoting.
Anggle
Adalah sudut pandang pengambilan gambar yang dapat dilihat dari viewfinder pada sebuah kamera film/video. Dimana pemilihan anggel sangat berperan penting dalam menciptakan unsur artistik dan pemahaman cerita dalam pengadeganan sesuai dengan script/naskah.
Lighting/Pencahayaan
Dalam sebuah proses pengambilan gambar diperlukan adanya aset pencahayaan yang memadai. Baik itu didapat dari sumber natural (sinar matahari) pada shoting exterior/luar ruang, ataupun melalui bantuan sinar lampu pada shoting interior/dalam ruang.
Komposisi
Merupakan teknik pengaturan posisi gambar, ukuran & kedalaman ruang, perspektif & mood adegan untuk menghasilkan citra sesuai dengan tuntutan script/naskah.
Log/Catatan Shoting
Diperlukan adanya log/catatan yang dibuat menjelaskan penandaan setiap gambar per-adegan yang sudah selesai diambil, dilengkapi dengan keterangan koordinat waktu (timecode) pada aset yang digunakan. Proses ini akan sangat membantu mempercepat proses pengeditan gambar.

PRE PRODUCTION

PRE PRODUCTION
Adalah proses penyiapan semua elemen yang terlibat dalam sebuah produksi (shoting) film/video. Dari mulai pengaturan budget, pemilihan sutradara, aktor, cameramen, crew, lokasi, peralatan, kostum/wardrobe dll.
1. Ide & Pemilihan Konsep.
Adalah merupakan realisasi dari sebuah ide pemikiran dan gagasan yang bertujuan untuk menuangkannya kedalam media visual dan audio.
2. Story Line / Sinopsis.
Adalah ringkasan cerita/film, menjadi bentuk pemendekan dari sebuah film dengan tetap memperhatikan unsur-unsur cerminan film tersebut. membuat Sinopsis merupakan suatu cara yang efektif untuk menyajikan karangan film yang panjang dalam bentuk yang singkat.
Dalam sinopsis, keindahan gaya bahasa, ilustrasi, dan penjelasan-penjelasan dihilangkan, tetapi tetap mempertahankan isi dan gagasan umum pegarangnya.
Sinopsis biasanya dibatasi oleh jumlah halaman, misalnya satu atau dua halaman, seperlima atau sepersepuluh dari panjang film.
Langkah-langkah membuat sinopsis.
- Mencatat gagasan utama dengan menggaris bawahi gagasan - gagasan yang penting.
- Menulis ringkasan berdasarkan gagasan-gagasan.
- Gunakan kalimat yang padat, efektif, dan menarik untuk merangkai jalan cerita.
- Dialog dan monolog tokoh cukup ditulis isi atau dicari garis besarnya saja.
- Sinopsis tidak boleh menyimpang dari jalan cerita dan isi dari keseluruhan film.

3. Script/Naskah Skenario.
Membuat rancangan audio visual treatment dan penulisan naskah secara rinci yang
mengembangkan gagasan utama pada synopsis menjadi sebuah cerita yang menarik dan informatif. Diawali dengan penjelasan dan pengenalan tiap karakter dalam cerita secara menyeluruh.

4. Shot List & Storyboard.
Sebuah teknik shoting management. Disini dibuat daftar pengambilan gambar pada setiap adegan, dan divisualisasikan dalam bentuk sketsa gambar/storyboard jika diperlukan.

Selasa, 06 Juli 2010

ISTILAH - ISTILAH DALAM DUNIA BROADCAST

Audio Visual : Sebutan bagi perangkat yang menggunakkan unsur suara dan gambar.

Art Director : Sebutan bagi pengarah seni artistik dari sebuah produksi.

Asisten Produser : Seseorang yang membantu produser dalam menjalankan tugasnya.

Audio Mixing : Proses penyatuan dan penyelarasan suara dari berbagai macam jenis dan bentuk suara.

Angle : Sudut pengambilan gambar.

Animator : Sebutan bagi seseorang yang beprofesi sebagai pembuat animasi.

Audio Effect : Efek suara.

Atmosfir /Ambience : Suara natural dari objek gambar.

Broadcasting : Proses pengiriman sinyal ke berbagai lokasi secara bersamaan baik melalui satelit, radio, televisi, komunikasi data pada jaringan dan lain sebagainya.

Broadcaster : Sebutan bagi seseorang yang bekerja dalam industri penyiaran.

Background : Latar belakang.

Blocking : Penempatan objek yang sesuai dengan kebutuhan gambar.

Bridging scene : Adegan perantara diantara adegan – adegan lainnya.

Back Light : Penempatan lampu dasar dari sudut belakang objek.

Rundown : Penentuan gambar yang sesuai dengan naskah atau urutan acara.

Bumper In : Penanda bahwa program acara TV dimulai kembali setelah iklan komersial.

Bumper Out : Penanda bahwa program acara TV akan berhenti sejenak karena iklan komersial.

Credit Title : Urutan nama tim produksi dan pendukung acara.

Chroma Key : Sebuah metode elektronis yang melakukan penggabungan antara gambar video yang satu dengan gambar video lainnya dimana dalam prosesnya digunakan teknik Key Colour yang dapat diubah sesuai kebutuhan foreground dan background.

Cutting on Beat : Teknik pemotongan gambar berdasar tempo.

Teaser : Sebutan bagi adegan atau gambar yang akan mengundang rasa ingin tahu penonton tentang kelanjutan acara, namun harus ditunda karena ada jeda iklan komersial.

Cut : Pemotongan gambar.

Cutting : Proses pemotongan gambar.

Camera Blocking : Penempatan posisi kamera yang sesuai dengan kebutuhan gambar.

Crazy Shot : Gambar yang direkam melalui kamera yang tidak beraturan.

Compotition : Komposisi.

Continuity : Kesinambungan.

Cross Blocking : Penempatan posisi objek secara silang sesuai dengan kebutuhan gambar.

Crane : Katrol khusus untuk kamera dan penata kamera yang dapat bergerak keatas dan kebawah.

Clip On : Mikrofon khusus yang dipasang pada objek tanpa terlihat.

Casting : Proses pemilihan pemain lakon sesuai dengan karakter dan peran yang akan diberikan.

Desain Compugrafis : Rancangan grafis yang digambar melalui tekhnologi komputer.

Durasi : Waktu yang diberikan atau dijalankan.

Dissolve : Tekhnik penumpukan gambar pada editing maupun syuting multi kamera.

Depth of Field : Area dimana seluruh objek yang diterima oleh lensa dan kamera muncul dengan fokus yang tepat. Biasanya hal ini dipengaruhi oleh jarak antara objek dan kamera, focal length dari lensa dan f-stop.

Dialogue : Percakapan yang muncul dalam adegan.

Dramatic Emotion : Emosi gambar secara dramatis.

Dubbing : pengisian suara / narasi .

Editing : Proses pemotongan gambar.

Ending Title : Urutan nama yang dicantumkan pada akhir movie.

Establish Shot : Gambar pengenalan yang natural dan wajar.

Focus : Penyelarasan gambar secara detail, tajam, dan jernih hingga mendekati objek aslinya.

Final Editing : Proses pemotongan gambar secara menyeluruh.

Floor Director : Seseorang yang bertanggung jawab membantu mengkomunikasikan keinginan sutradara, dari master kontrol ke studio produksi.

Filter Camera : Filter yang digunakan untuk kamera.

Footage : Gambar – gambar yang tersedia dan dapat digunakan.

Foreground : Latar depan.

Hunting Location : Proses pencarian dan penggunaan lokasi terbaik untuk syuting.

Headset : Digunakan untuk dapat mendengarkan suara sutradara.

Hand held : Tekhnik penggunaan kamera dengan tangan tanpa tripod.

Intercut : Gambar penghubung antar sequence satu ke yang lain.

Jumping Shot : Proses pengambilan gambar secara tidak berurutan.

Juncta Position : Kondisi dimana latar belakang menjadi satu dengan obyek dan sangat mengganggu.

Jimmy Jib : Katrol kamera otomatis yang digerakkan dengan remote.

Job Description : Deskripsi tentang jenis pekerjaan.

Jeda Komersial : Saat penayangan iklan komersial diantara acara televisi.

Job Title : Penamaan jabatan pada pekerjaan.

Kreator : Sebutan bagi seseorang yang menciptakan karya kreatif.

Lighting : Penataan cahaya.

Lighting Effect : Efek dari penataan cahaya.

Lensa Wide : Digunakan untuk memperbesar sudut pandang pengambilan gambar dari kamera.

Lensa Super Wide : Digunakan untuk sangat memperbesar sudut pandang pengambilan gambar dari kamera.

Master Control : Perangkat teknis utama penyiaran untuk mengontrol proses distribusi audio dan video dari berbagai input pada produksi untuk siaran live show maupun recorded.

Main Object : Target pada objek utama.

Monitor : Digunakan untuk memantau gambar.

Master Video : Video utama berisikan rekaman acara televisi yang siap untuk ditayangkan maupun disimpan.

Multi Camera : Sistem dari tata produksi audio visual yang syuting secara bersamaan dengan menggunakan sejumlah kamera.

Master Shot : Gambar pilihan utama dari sebuah adegan yang kemudian dijadikan referensi atau rujukan saat melakukan editing.

Noise : Gangguan pada sirkulasi signal audio maupun video yang mengganggu program acara.

News Director : Direktur pemberitaan yang bertanggung jawab atas seluruh isi pemberitaan yang disiarkan secara aktual berdasarkan fakta.

Off Line : Proses editing awal untuk memilih gambar terbaik dengan time code dari berbagai stock shot sesuai dengan kebutuhan adegan. Hasil dari gambar tersebut ditransformasikan dalam bentuk workprint dengan EDL (edit decision List).

On Line : Proses akhir editing untuk menyempurnakan, mempercantik dan memperindah gambar setelah melalui proses off line.

Opening Scene : Adegan yang dirancang khusus untuk membuka acara atau cerita. Biasanya adegan ini dikemas kreatif dan menarik untuk mendpatkan perhatian penonton.

Opening Shot : Komposisi sudut pengambilan gambar pada awal adegan atau acara yang dirancang khusus untuk menarik perhatian penonton.

OB Van : Outside Broadcasting Van, mobil khusus yang membawa perangkat tekhnis penyiaran audio dan video untuk memproduksi program diluar studio. Dapat juga digunakan untuk master control bagi siaran langsung.

Over Exposed : Kondisi dimana pencahayaan terlalu terang.

Property : Berbagai aksesori.

Program Directing : Penyutradaraan program televisi.

Programming : Tekhnik penyusunan program acara televisi yang ditayangkan secara berurutan.

Pra produksi : Berbagai kegiatan persiapan sebelum pelaksanaan produksi dimulai.

Paska produksi : Proses penyelesaian akhir dari produksi.Biasanya istilah ini digunakan pada proses editing.

Produser : Pimpinan produksi yang bertanggung jawab kepada seluruh kegiatan pengkoordinasian pelaksanaan praproduksi, produksi sampai paskaproduksi.

Rating : Perhitungan secara statistikal untuk mengukur tingkat popularitas program acara televisi terhadap penonton.

Rundown : Susunan isi dan alur cerita dari program acara televisi yang dibatasi oleh durasi, jeda komersial, segmentasi, dan bahasa naskah.

Run Through : Latihan akhir bagi seluruh pendukung acara televisi yang disesuaikan dengan urutan acara sesuai dalam rundown.

Reportase : Sebuah laporan perjalanan atau liputan lapangan yang digunakan untuk mendukung data – data aktual dan faktual.

Retake : Pengulangan pengambilan adegan gambar.

Shot : Ambil Gambar.

Simply Shot : Gambar yang diambil dari sudut yang mudah.

Sequence : satu rangkaian gambar yang terdiri dari berbagai angle dan ukuran shot yang menggambarkan suatu kejadian

Stand By : Komando akhir yang menunjukkan bahwa seluruh komponen produksi telah siap untuk melaksanakan syuting.

Stock Shot : Berbagai bentuk gambar yang diciptakan untuk dijadikan pilihan pada saat gambar gambar tersebut memasuki proses editing.

Suspense : Istilah yang digunakan untuk menunjukkan adegan – adegan yang menegangkan dan mengundang rasa was was bagi penonton.

Sound : Penataan suara.

Sound Effect : Efek suara yang diciptakan atau digunakan untuk mendukung suasana dari adegan.

Steady Shot : Gambar sempurna dan tidak terlalu banyak bergerak, yang dapat dinikmati dengan posisi diam.

Switcher : Istilah populer bagi perangkat tekhnis untuk memindah-mindahkan pemilihan gambar dari berbagai stock shot maupun input kamera. Alat ini digunakan untuk syuting multi kamera.

Switcherman : Seseorang yang bertugas melaksanakan proses pemindahan gambar sesuai dengan komando sutradara.

Streaming : Proses pengiriman gambar via internet.

Studio : Lokasi khusus tempat pelaksanaan kerja produksi berlangsung. Dapat untuk melaksanakan syuting (shooting studio) maupun untuk editing (post production studio).

Sound Mixer : Mixer pengendali dari berbagai input suara yang dipilah melalui sejumlah jalur (track).

Slow Motion : Pergerakkan gambar yang diperlambat sesuai dengan kebutuhan alur cerita.

Technical Director : Pengarah / Direktur tehnik.

Teleprompter : piranti didepan kamera yang membantu presenter membaca naskah.

Take : Istilah yang digunakan untuk dan pada saat pengambilan gambar berlangsung. Dapat juga digunakan sebagai catatan pada naskah.

Two Shot : Istilah komando sutradara yang seringkali digunakan untuk mengarahkan kamera kepada dua objek yang dituju.

Three Shot : Istilah komando sutradara yang seringkali digunakan untuk mengarahkan kamera kepada tiga objek yang dituju.
Theme Song : Lagu khusus yang diciptakan atau dipakai sebagai pendukungikatan emosi dari program acara kepada penonton.

Up Link : Proses Pengiriman gambar via satelit.

Under Exposed : Kondisi dimana pencahayaan kurang / lemah cenderung gelap.

VTR : Video Tape Recording.

Voice Over (VO) : Suara dari announcer atau penyiar untuk mendukung isi cerita namun tidak tampak dilayar televisi.

Vision Mixer : Sebutan lain untuk istilah populer “switcher”.

Wireless Camera : Kamera yang menggunakan transmisi signal untuk mengirimkan hasil gambar tanpa menggunakan kabel.

White Balance : Prosedur untuk mengkoreksi warna gambar dari kamera dengan mengubah sensitivitas CCD ke dalam spektrum cahaya. Umumnya prosedur ini menggunakan cahaya putih sebagai dasar.

Wardrobe : Berbagai aksesori pendukung kostum bagi peran – peran tertentu.



Karena keterbatasan waktu penulis, masih banyak istilah yang belum sempat di tulis, harap maklum......

Sumber : http://www.belajarbroadcast.blogspot.com/